Cepat dan akurat, untuk Rakyat

PPWI Lampung Timur Mengutuk Keras Orang Yang Mengaku Wartawan Mengancam Bunuh Aktivis di Lampung Timur

1 112

LAMPUNG TIMUR, SEPULUHDETIK.COM – Muhamad Aini, Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) DPC Lampung Timur Mengutuk keras atas pengancaman terhadap Dian Ansori, Aktivis Perempuan dan Anak yang terjadi di Pengadilan Agama Lampung Timur.

Pasalnya, orang yang belum diketahui Identitasnya sampai saat ini mengaku ngaku sebagai seorang Wartawan dan mengancam akan bunuh Aktivis Dian Ansori.

Muhamad Aini mengatakan, mestinya hal itu tak perlu dilakukan oleh orang yang mengaku ataupun benar dia seorang Oknum Wartawan dan itu jelas Kriminal ujarnya saat dikonfirmasi Awak Media pada Selasa malam, (23/07/2019).

- Advertisement -

Selain kriminal, dia pun sudah merusak citra nama Jurnalis Profesi Jurnalis adalah Profesi yang sangat mulia, jadi jangan di nodai tegasnya.

Dirinya menghimbau, kepada Awak Media agar tekunilah dan patuhilah Kode etik UU Pers No 40 Tahun 1999. dan yang utama kita cintai Profesi itu maka makan terasa ringan bila dikerjakan, pungkasnya.

Sebelum nya di ramai beritakan di Media Masa.
Dian Ansori, Seorang Aktivis Perempuan dan Anak di Lampung Timur mendapatkan ancaman dan intimidasi dari 3 orang yang tidak kenal pada Selasa, (23/07/2019) di Pengadilan Agama Sukadana Lampung Timur.

Dian Ansori yang merupakan ketua Forum Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak (FORMAPPA) dan juga Divisi Advokasi dan Pendampingan di P2TP2A Lampung Timur.

- Advertisement -

Kepada awak media Dian Ansori menjelaskan kronologi pengancaman tersebut bermula dari ketika ia datang ke Pengadilan Agama dalam tugas Pendampingan seorang perempuan yang menggugat cerai suaminya karena Kdrt.

“Saya sedang duduk tiba – tiba datang 3 orang dengan mengendarai sepeda motor jenis bebek, salah seorang di antaranya lalu menanyakan apakah saya bernama Heri atau Rusdi, karena tak merasa saya menjawab bukan sambil memperlihatkan KTP atas nama saya”ujar Dian.

“KTP saya di rebut dengan orang tersebut sambil mengatakan akan membunuh saya saat itu juga karena saya di anggap membekingi perempuan yang saya dampingi lalu saya jelaskan siapa dan apa kapasitas saya”tambahnya

Lebih lanjut Dian mengatakan “orang yang mengaku berprofesi sebagai wartawan tersebut juga menelepon minta bantuan kepada orang lain agar datang ke pengadilan agama dengan membawa Sajam”

“Karena klien kami ketakutan, saya menelepon Kapolsek Sukadana Kompol Arsis yang di lanjutkan kapolsek langsung mengirimkan dua orang anggota polri,
Setelah ke dua anggota tersebut tiba ketiga orang tersebut sudah pergi”pungkasnya.

Dian Ansori juga mengatakan bahwa tak lama berselang datang juga 2 orang anggota Intel Polres Lampung timur (*)

  1. ปั้มไลค์ says

    Like!! Thank you for publishing this awesome article.

Leave A Reply

Your email address will not be published.